Islam dan Deskripsinya


Written by Abdurrahman Wahid – Guru Bangsa Indonesia

Djamil Suherman menulis beberapa cerita pendek tentang dunia pesantren dengan tokoh utamanya Ummi Kulsum. Dijelaskannya, bagaimana di pesantren orang berbudaya tersendiri yang lepas dari budaya umum, yang ada di pedesaan kita. Termasuk di dalamnya penggambaran para santri yang mencintai buah hati mereka, tanpa boleh berhubungan sama sekali. Penggambaran itu oleh para kritikus sastra, seperti H.B Jassin, sebagai deskripsi terbaik tantang dunia pesantren. Dengan demikian, apa yang dituliskan Djamil Suherman menentukan pandangan kita tentang para penghuni pondok pesantren dan jaringan-jaringan mereka, dengan sistem nilai yang tak kalah dahsyatnya dari sistem nilai yang ada dalam cerita-cerita silat/kungfu Chin Yung, yang diterjemahkan dalam bahasa kita secara terpisah oleh O.K.T stsu Boe Beng Tjoe, kedua bahasa itu mencapai dua puluh lima judul (per judul 20 jilid).

Sebaliknya “Robohnya Surau Kami” karya A.A Navis, menggambarkan realita kegundahan hati para pengikut tradisionalisme agama di Ranah Minang, karena tidak menemukan pemecahan rasional atas krisis multi-dimensional yang dihadapi lembaga pondok pesantren di kawasan tersebut. Nada lebih mementingkan pembaharuan dalam karya A.A Navis ini tampak jelas, dan sesuai dengan kenyataan adanya krisis keagamaan yang mendalam di Sumatra Barat. Deskripsi situasi itu oleh A.A Navis, jelas menunjukkan dinamika lain dari dunianya Djamil Suherman yang terasa sangat romantis. Perbandingan kedua karya itu saja, sudah menunjukkan pentingnya arti sebuah deskripsi dalam memaparkan situasi kehidupan yang tengah digumuli.

Maka, jelaslah dari perbandingan di atas, bahwa deskripsi kehidupan beragama di sebuah masyarakat pada suatu waktu, sangatlah penting artinya bagi para pengamat. Romantisme pondok pesantren, dan kemurungan para pencari jawaban atas krisis yang berlarut-larut, menunjukkan dengan jelas besarnya perbedaan dalam kehidupan beragama yang dijalani oleh dua buah masyarakat yang berbeda. Menjadi kewajiban kitalah untuk sanggup mencari benang merah yang menghubungkan keduanya.

Dalam film “The Singer, Not The Song”, dari tahun 50 atau 60-an, John Mills yang menjadi Pendeta Keogh berusaha melakukan konversi kepada agama Kristen atas diri Dirk Bogarde yang bermain sebagai Ancleto, si bandit yang piawai. Akhirnya, ketika Bogarde dikepung oleh aparat negara dan tertembak, di saat itulah si pendeta yang ikut ditembus peluru merangkak mendekatinya. Di saat menjelang kematian mereka, Bogarge yang telah memeluk agama Kristen, melihat Pendeta Mills dan bukan karena “kebenaran” yang dibawakan dan dikhotbahkan pendeta tersebut.

Jelas dari gambaran di atas, bagi seorang Bogarde yang sudah muak dengan “kebenaran ajaran agama”, yang lebih berpengaruh atas perilakunya adalah pengorbanan dari “pembawa kebenaran” itu sendiri. Dengan kata lain, setiap orang melihat segala sesuatu dari sudut pandangan tertentu yang terkadang kita anggap tidak penting. Permasalahannya bagi kita adalah pilihan-pilihan pandangan itu sendiri, yang sangat ditentukan oleh deskripsi yang dikemukakan. Jika ini kita abaikan, berarti kita melihat agama sebagai sesuatu yang tidak hidup, melainkan kita hanya melihat sisi universal dan ideal dari agama tersebut.

Dalam kenyataan sehari-hari kita melihat pentingnya arti deskripsi yang diberikan atas sebuah “kebenaran agama”. Akibat dari melupakan hal ini, kita lalu melakukan idealisasi universal atas ajaran agama, bukannya melihat agama sebagai sebuah proses yang dijalani secara berbeda-beda oleh orang-orang yang berlainan, dan dengan sendirinya membawa pemahaman yang tidak sama  pula. Pendekatan idealisasi universal di atas memang sangat penting, tetapi juga sama pentingnya untuk melihat bagaimana pengertian orang tentang sebuah agama dibangun dari kenyataan-kenyataan empirik dalam kehidupan kita.

Kedua pendapat di atas, yaitu pendekatan empirik di satu pihak dan pendekatan idealisme-universal di pihak lain, penting untuk sama-sama kita hayati dan kita pikirkan lebih jauh. Kepincangan untuk melihat sebuah agama dari pendekatan formal dan universal, akan menghasilkan sudut pandang ideal tanpa memahami hakikat agama itu sendiri. Sebaliknya, jika hanya menekankan diri pada aspek empirik belaka sama saja artinya dengan memisahkan kehidupan dunia dari kehidupan akhirat.

Dewasa ini, kehidupan dua organisasi keagamaan islam terbesar di negeri kita, yaitu NU dan Muhammadiyah seolah terpaku dalam pandangan universal yang idealistik, yaitu bagaimana sumber-sumber tekstual (adilllah naqliyah) membentuk hukum agama/fiqh secara ideal; dan dari situ dibangun sebuah kerangka universal tentang “kehidupan menurut ajaran Islam”. Terkadang sudut pandang ini tidak bersinggungan dengan kepentingan sebenarnya di masyarakat. Umpamanya saja, mengenai perjudian dan hiburan malam. Yang lebih dipentingkan adalah melarang keduanya, tanpa menghilangkan sebab-sebab utama yang mendukungnya. Bagaimana judi akan terbasmi kalau ketidakpastian hukum masih merajalela? Bukankah yang kaya dan berpunya akan selalu memenangkan perkara hukum? Dengan ketidakpastian itu, herankah kita kalau ada orang berjudi untuk mencari kekayaan dengan cepat?

Nah, di sinilah terletak arti penting deskripsi tentang Islam. Dari manakah kita harus melihat? Dari kenyataan hidup Islam (berarti dekripsi empirik), ataukah dari sudut ajaran formal (berarti pendekatan ideal-formalistik) yang bersifat universal? Tergantung dari kemampuan kita menjawab hal ini dengan baik. Dari situ nasib sejumlah kajian Islam di berbagai lembaga penelitian dewasa ini diuji.

Sumber artikel ini tidak terlacak. Disadur dari Abdurrahman Wahid. 2006 [cetakan II]. Islamku Islam Anda Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Jakarta: The Wahid Institute. Hlm. 17-20

ARTICLES LIST:

COMMUNICATION >> [1] Model-Model Komunikasi Dalam Komunikasi Massa [2] Analisa Stakeholder Relations Strategy: Studi Kasus Launching Honda CBR 250R [3] Urgensi Manajemen Citra Perusahaan Dalam Sistem Pemasaran Strategis [4] Pengertian Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal [5] Penerapan Public Relations di Grapari Telkomsel [6] Analisa Sub Brands Strategy Dalam Pemunculan Wings Food Oleh Wings Group [7] Komunikasi Interpersonal: Individu dan Lingkungan Sosial, Konflik, dan Karir [8] Faktor Penyebab Komunikasi Tidak Efektif Antara Kaum Intelektual dan Kaum Awam di Dalam Masyarakat Desa Serta Solusinya [9]

CULTURAL STUDIES >> [1] Kebudayaan Nasional Indonesia dan Media Massa [2] Analisa Cultural Studies: Karakter Ayah Dalam Genre Film ‘Romance’ [3] Pengertian Dekonstruksi [4] Memaknai Eksistensi Buku Dalam Praksis Sosial [5] Posisi Wanita Dalam Industri Media: Studi Kasus Majalah Cosmo Girl dan Popular Magazine [6] Review: Menyoal [Lagi] Involusi Bangsa dan Peradaban Bangsa Indonesia [7]

DEMOCRACY >> [1] Pengertian, Tipologi, dan Esensi Demokrasi [2] Demokrasi Asia, dan Kritik Terhadap Demokrasi Liberal [3] Demokrasi ‘ala’ Lee, Mahathir, dan Soeharto [4]

ECONOMICS >> [1] PNPM dan Upaya Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat [2] Bank Syariah dan Sistem Ekonomi Pancasila [3] Entrepreneurship: Memulainya dari ‘Seni’ Bukan ‘Profit’ [4] Dampak Perdagangan Bebas (Globalisasi) Terhadap Ekonomi Politik Indonesia Serta Antisipasinya [5]

EDUCATION >> [1] Menggagas Sekolah Komunitas [2]

FEMINISM >> [1] Menapaki Jejak Feminisme Wanita Jawa [2]

FOREIGN AFFAIRS >> [1] Efektifitas Diplomasi Bilateral Indonesia – Australia Dalam Konflik Timor Timur [2] Implementasi Teori Liberalisme di ASEAN [3] Dampak Hubungan Kerjasama Militer Amerika Serikat – Taiwan Terhadap China [4] Ambivalensi Sikap Amerika Serikat Dalam Konflik Israel – Palestina [5] Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Revolusi Mesir di Era Hosni Mubarak [6] Peran ASEAN Dalam Perspektif Liberalisme Interdependensi Kompleks [7] Sengketa Pulau Sipadan – Ligitan Antara Indonesia dan Malaysia [8] Analisa United Nations Collaborative Programme on Reducing Emissions From Deforestation and Forest Degradation (UN-REDD) di Indonesia [9] Sengketa Teritorial di Laut China Selatan [10] Perbandingan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Era Orde Lama, Orde baru, dan Pasca Orde Baru [11] Alasan Pemerintah Indonesia Menyerahkan Sengketa Pulau Sipadan – Ligitan Kepada Mahkamah Internasional [12] Bentuk-Bentuk Diskriminasi Terhadap Etnis India di Malaysia [13] Peran UNICEF Dalam Program Millenium Development Goals (MDGs) di Vietnam [14] Demokrasi dan Sistem Politik di Thailand, Malaysia, dan Vietnam [15] Prospek Hubungan Jepang – Korea Utara Pasca Kematian Kim Jong Il [16] Krisis Nuklir Iran: Eksistensi PBB atau Amerika Serikat? [17] Krisis Sudan: Konflik Etnis yang Diboncengi Kepentingan Asing [18] Realisme, Liberalisme, dan Konstruktivisme Dalam Studi Hubungan Internasional [19] Pengaruh Teori Pembangunan dan Praktiknya Terhadap Ilmu Hubungan Internasional [20] Relasi Coca Cola, Israel, dan Manipulasi Amerika Serikat [21] Hubungan Bilateral Indonesia dan Korea Selatan [22] Konflik Sudan: Review [23] Sosialisme versus Liberalisme [24] Hubungan Sosial Minoritas Muslim di Australia Pasca Peristiwa Pengeboman Gedung WTC (World Trade Center) 11 September 2011 [25] Alternatif Neoliberal: World Social Forum Sebagai Gerakan Sosial Global [26] Analisis Konflik Rwanda: Faktor Penyebab dan Upaya Penyelesaiannya [27] Pengaruh MNC/TNC Terhadap Pertumbuhan Ekonomi China [28] Dinamika Metodologi Hubungan Internasional: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Alternatif [29]

FOUNDING FATHER: ABDURRAHMAN WAHID >> [1] Islam: Pengertian Sebuah Penafsiran [2] Islam Agama Populer Ataukah Elitis? [3] Islam dan Deskripsinya [4] Islam: Pokok dan Rincian [5] Islam dan Formalisme Ajarannya [6] Islam Pribadi dan Masyarakat [7] Adakah Sistem Islami? [8] Islam: Apakah Bentuk Perlawanannya [9] Islam: Sebuah Ajaran Kemasyarakatan [10]

GLOSSARY: [1] Daftar Istilah Politik Populer: Definisi [2]

OPINION >> [1] Problematika Pembangunan Kebangsaan Indonesia [2] Rebuilding Social Society di Indonesia [3] Pengalihan Isu: Pembodohan Publik Oleh Pemerintah [4] Relativisme Jihad dan Safe Policy Pemerintah [5] Kritik Pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia [6] Nasion Indonesia: Plebisit yang Terlupakan [7] Reformasi di Indonesia: Mengapa dan Bagaimana [8] Memaknai Nasion Indonesia Sebagai Identitas Nasional [9] Delusifitas Logika Penguasa [10] Menunggu Metamorfosa Anggota Dewan [11] Dilema Tranformasi Kaum Muda Intelektual [12] Quo Vadis Nasion Indonesia [13] Pancasila Dalam Konteks Perjuangan Bangsa Indonesia [14] Eksistensi Pancasila Dalam Era Globalisasi [15] Tingkat Kelayakan Kenaikan Gaji PNS dan TNI/Polri [16] Diskriminasi Hukum Bagi Masyarakat Kalangan Bawah [17] Membangun Demokrasi Indonesia Pada Abad 21 [18] Menyoal Tambang Emas di Banyuwangi [19]

PHILOSOPHY >> [1] Tampakan dan Realitas: Mendedah Eksistensi Materi [2] Nihilisme dan Pragmatisme: Pengertian [3] Konstruksi Filsafat Modern dan Perdebatan Rasionalisme dan Empirisme [4] Rasionalisme versus Empirisme: Pengantar [5] Alur Pemikiran Hegel [6] Kritisisme Immanuel Kant [7] Filsafat Rasionalisme, Empirisme, dan Kritisisme [8] Rasionalisme vs Empirisme [9] Filsafat Nihilisme dan Pragmatisme: Pengantar [10]

POLITICS >> [1] Eksistensi Pancasila di Tengah Pusaran Ideologi-Ideologi Besar Dunia [2] Partisipasi Masyarakat Dalam Politik: Ulasan [3] Emulasi Ilmu Politik Terhadap Ilmu Alam (Natural Science) [4] Pengertian Kekuasaan, Pemerintahan, dan Asal-Usul Negara [5] Rasionalitas Politik Masyarakat Kontemporer [6]

PSYCHOLOGY >> [1] Fenomena Plagiarisme di Kalangan Civitas Akademika dan Upaya Penanggulangannya [2] Memahami Motif dan Minat Manusia Dalam Kerangka Psikologi Sosial [3]

PUBLIC POLICY >> [1] Pengertian Sentralisasi, Desentralisasi, dan Dekonsentrasi [2] Harusnya SBY Tinjau Pengangkatan Denny Indrayana: Review [3] Konsepsi Good Governance Untuk Administrasi Publik di Indonesia [4] Etika Administrasi Publik [5] Pengertian Administrasi Publik [6] Pengertian Birokrasi dan Birokratisasi [7] Relasi Pasar, Negara, dan Masyarakat Dalam Good Governance [8] Pengalihan Kewenangan Administratif Berdasarkan Prinsip-Prinsip Administrasi Keuangan Negara [9] Filsafat Administrasi Publik: Pengantar [10] Status ‘Istimewa’ Yogyakarta Ditinjau Dari Perspektif Ekologi Administrasi Negara [11] Kebijakan Konversi Minyak Ke Gas Ditinjau Dari Teori Kebijakan Publik [12] Manajemen Pemerintahan Daerah Menurut Undang-Undang No 22 Tahun 1999 [13] Perbedaan Mendasar Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Dengan Undang-Undang No. 12 tahun 2008 [14] Implementasi Prinsip-Prinsip Good Governance di Negara Berkembang [15] Perbedaan Organisasi Swasta dan Organisasi Publik [16] Analisis Peraturan Daerah nomor 7 Tahun 2008 Tentang Rumah Pemondokan Kabupaten Jember: Field Study Report [17] Memahami Hukum Tata Negara (HTN) dan Hukum Administrasi Negara (HAN) [18] Pengertian Manajemen dan Administrasi [19] Pengertian dan Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik [20] Formulasi Kebijakan Publik: Pengantar [21] Perkembangan Paradigma Ilmu Administrasi Negara [22] Perkembangan Pembangunan Pemerintahan Indonesia di Abad 21 [23] Kepemimpinan Organisasi Sosial [24] Makalah: Kebijakan Konversi Minyak Tanah Ke Gas [25] Isu dan Kebijakan Otoda: Studi Hubungan Pusat dan Daerah Dalam Pemberdayaan Daerah Otonom [27] Pengertian Etika Administrasi Publik [28]

REBEL ARTS: LEO TOLSTOY >> [1] Ilyas [2]

RELIGION >> [1] Peradaban Ibadah [2] Religiositas Tiga Filosof [3] Dialog Masalah Ketuhanan Yesus KH Bahaudin Mudhary – Antonius Widuri [4]

SOCIAL MOVEMENT >> [1] Teori-Teori Gerakan Sosial: Review [2]

SOCIOLOGY >> [1] Class, Authority, and Social Change Menurut Max Weber [2] Pengertian Teori Struktural Fungsional dan Teori Konflik [3] Sistem Sosial dan Sistem Budaya di Banyuwangi [4] Manifestasi Sistem Budaya Sebagai Jatidiri Bangsa [5] Alternatif Fenomenologi Dalam Sosiologi [6] Integrasi Masyarakat Ditinjau dari Perspektif Fungsionalisme [7] Ciri-Ciri Masyarakat Transisi (Prismatik) [8] Review Max Weber: The Protestant Ethics and the Spirit of Capitalism [9] Pengertian Desa Khusus (Desa-Desa di Indonesia [10] Evolusi Agama Menurut Max Weber: Review [11] Spirit Kebangkitan Kapitalisme Menurut Weber: Agama dan Negara [12]

 

Tinggalkan Balasan