Memahami Organisasi Sektor Swasta (profit) dan Organisasi Sektor publik (Non profit)


Written by Priska Puspita Iriadini – Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Jember

Sebelum memahami organisasi publik dan organisasi privat atau kita kenal juga sebagai profit organization dan nonprofit organization, kita perlu memahami terlebih dahulu apa itu organisasi. Organisasi merupakan suatu sistem hubungan yang terstruktur, merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan suatu kelompok manusia tertentu untuk mencapai tujuan yang sama di dalam organisasi. Di dalam organisasi terdapat suatu kesatuan dari sistem – sistem yang saling berpengaruh satu sama lain, apabila satu sistem tidak berjalan atau bermasalah, maka sistem lainnya akan terganggu atau organisasi tersebut tidak akan berjalan lancar. Seperti halnya tubuh kita, merupakan kesatuan sistem yang saling mempengaruhi. Terdapat jantung, otak, hati, paru – paru dan lain sebagainya. Saat misalnya saja hati atau liver kita terganggu, otomatis keadaan seluruh badan kita akan menjadi lemah, karena terganggunya satu bagian penting di dalam tubuh kita. Seperti itulah kiranya sebuah organisasi yang dimana di dalamnya terdapat sistem atau bagian – bagian yang terstrukur untuk saling bekerja mencapai tujuan tertentu.

Suatu organisasi pada dasarnya bisa dibedakan menjadi dua kategori, yang pertama adalah organisasi sektor publik (Non Profit) dan Organisasi Bisnis/swasta (Profit). Keduanya sama – sama kesatuan bagian – bagian yang membentuk sistem untuk saling bekerja sama mencapai tujuan tertentu, yang sudah ditetapkan atau dibentuk dalam suatu organisasi.

Organisasi Sektor Publik (non profit), merupakan suatu organisasi yang di dalamnya berorientasi pada kepentingan publik tanpa harus memikirkan laba. Bukan berarti organisasi ini tidak menginginkan laba atau balik modal dari apa yang sudah dikeluarkan, namun yang diutamakan dalam sektor administrasi publik adalah bagaimana memberikan pelayanan publik seperti pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan, perlindungan dan penegakan hukum dan usaha – usaha penyediaan barang publik.

Sedangkan Organisasi sektor swasta merupakan suatu organisasi yang bertujuan untuk memaksimumkan laba dari apa yang sudah organisasi itu lakukan atau keluarkan. Apabila pada sektor publik usaha – usaha yang dilakukan adalah memang untuk memberi pelayanan pada public, pada sektor swasta usaha – usaha yang dilakukan adalah untuk mencapai laba setinggi – tingginya untuk kesejahteraah si pemilik, atau para pemegang saham.

Dasar dari organisasi sektor swasta dan sektor publik sudah jelas-jelas berbeda dan memang sangat berbeda. Di dalam buku Mardiasmo (2009), dijelaskan bahwa untuk memahami dan membedakan antara organisasi sektor publik dan sektor swasta dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu :

  1. Tujuannya
  2. Sumber Pembiayaan
  3. Pola Pertanggungjawaban
  4. Struktur Organisasi
  5. Karakteristik Anggaran dan Steak Holder.
  6. Sistem Akuntansi yang digunakan.

Pada Organisasi Sektor publik pembiayaan berasal dari pajak, retribusi, utang , obligasi pemerintah penjualan aset Negara dan lain sebagainya yang termasuk di dalam pendapatan Negara dan karakteristik anggaran pada sektor publik ini boleh diketahui umum, berbeda dengan sektor swasta yang tertutup untuk publik.

Pada sektor privat, sumber pembiayaan berasal dari modal sendiri, laba ditahan dan penjualan aktiva, dimana hal tersebut termasuk dalam pembiayaan internal. Karena di dalam organisasi sektor privat terdapat dua sumber yaitu internal dan eksternal. Yang eksternal itu sendiri adalah utang bank, obligasi dan penerbitan saham.

Pada sektor publik tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik, maka pertanggungjawabannya adalah kepada masyarakat (publik) dan parlemen (DPR/DPRD) begitu pula pada organisasi sektor swasta atau privat, karena tujuannya adalah mendapatkan laba dan untuk kesejahteraan si pemilik organisasi serta pemilik saham maka pertanggungjawabannya adalah kepada si pemilik saham di dalam organisasi tersebut.

Strukur organisasi yang digunakan pada organisasi sektor publik bersifat birokratis, kaku, dan hierarkis dengan sistem akuntansi cosh accounting, sedangkan pada sektor swasta adalah fleksibel, datar, pramit dan sebagainya, dengan sistem cash accounting.

Di sini saya mengambil contoh dari organisasi sektor publik. Saya ambil contohnya pelayanan kesehatan atau rumah sakit. Sudah banyak rumah sakit yang dipegang oleh pihak swasta, denga gamblang, kita bisa melihat perbedaan dari keduanya.

Bentuk pelayanan publik seperti pada tujuan organisasi sektor publik yang memprioritaskan pelayanan pada publik salah satunya adalah adanya obat generik, pilihan obat dengan harga yang terjangkau oleh berbagai golongan masyarakat. Menerima jasa asuransi kesehatan, seperti Askes, Jamsostek dan sebagainya. Rumah sakit milik pemerintah selalu diupayakan agar masyarakat miskin pun bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, salah satu caranya adalah dengan membawa kartu miskin yang didapat dari kepala desa masing – masing. Ini cukup membuktikan, bahwa pada organisasi sektor publik, yang diutamakan adalah pelayanan pada publik. Apa bila kita lihat pada Rumah sakit yang ditangani swasta, pelayanan yang “wah’ akan mereka dapat apabila memilih pilihan dengan harga yang “Wah” pula, yang sulit terjangkau untuk masyarakat miskin atau tidak mampu.

Tinggalkan Balasan