Pengertian dan Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik

Written by Amytha Trisnawardani – Mahasiswa Administrasi Negara FISIP Universitas Jember

Dalam dunia sektor publik dikenal dengan apa yang namanya anggaran sektor publik. Sebelum membahas mengenai anggaran sektor publik, maka akan lebih baik ketika mengerti apa yang disebut dengan anggaran. Anggaran sendiri memiliki arti sebagai hasil dari kinerja yang dicapai dalam periode tertentu dengan dinyatakan dalam ukuran finansial. Sementara anggaran sektor publik memiliki pengertian sebagai kondisi keuangan dari suatu negara dimana didalamnya berisi tentang informasi mengenai pendapatan, belanja dan aktivitas. Anggaran sektor publik ini terkait dengan proses ditentukannya jumlah alokasi dana pada tiap – tiap program dan aktifitas. Anggaran sektor publik itu penting keberadaanya. Anggaran sekor publik sendiri dibuat untuk membantu menentukan tingkat kebutuhan masyarakat[1].

 

Terdapat kebijakan pemerintah dalam penganggaran ini yaitu kebijakan penerimaan negara dan kebijakan pengeluaran negara. Kebijakan penerimaan negara sendiri memiliki arti sebagai penerimaan pemerintah dalam arti yang seluas-luasnya yaitu yang meliputi penerimaan pajak, penerimaan yang diperoleh dari hasil penjualan barang dan jasa yang dimiliki dan dihasilkan oleh pemerintah, mencetak uang dsb. Sementara kebijakan pengeluaran pemerintah adalah pengeluaran pemerintah dalam arti yang seluas-luasnya, tergantung pada macam dan sifat pengeluaran tersebut. Terdapat juga kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah. Kebijakan fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk mencapai tujuan tertentu agar menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Karakteristik – karakterstik anggaran sektor publik adalah : a)Anggaran dapat dinyatakan dalam satuan keuangan atau satuan selain keuangan, b) Anggaran memiliki jangka waktu tertentu, satu atau beberapa tahun, c)Anggaran berisikan tentang komitmen manajemen untuk memenuhi target sasaran, d)Usulan anggaran telah disetujui oleh pihak yang lebih tinggi tingkatnya dari penyusun anggaran dan e)Setelah disusun, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu.

Anggaran sektor publik sendiri penting karena : a)Anggaran itu diperlukan guna memenuhi keinginan masyarakat yang tidak terbatas dan terus berkembang, sementara sumber daya yang ada sangat terbatas. b)Anggaran itu perlu karena untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah telah bertanggung jawab terhadap rakyat atas dana yang mereka berikan kepada pemerintah. c)Anggaran merupakan alat pemerintah dalam pembangunan sosial ekonomi, menjamin kesinambungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Fungsi – fungsi utama anggaran sektor publik[2] adalah : a)Anggaran sebagai alat Perencanaan (Planning Tool), b)Anggaran sebagai alat Pengendalian (Control Tool), c)Anggaran sebagai alat Kebijakan Fiskal (Fiscal Tool), d)Anggaran sebagai alat Politik (Political Tool), e)Anggaran sebagai alat Koordinasi dan Komunikasi (Coordination and Communication), f)Anggaran sebagai alat Penilaian Kinerja (Performance Measurement Tool), g)Anggaran sebagai alat Motivasi (Motivation Tool), h)Anggaran sebagai alat untuk Menciptakan Ruang Publik (Public Sphere).

Terdapat jenis – jenis anggaran sektor publik yaitu anggaran operasional dan anggaran modal/Investasi. Anggaran operasional adalah anggaran yang digunakan oleh pemerintah dalam merencanakan kebutuhan sehari – hari di dalam menjalankan pemerintahan. Pengeluaran pemerintah sendiri yang dapat dikategorikan dalam anggaran operasional adalah “belanja rutin” dimana pengeluaran yang sifatnya berulang – ulang dan manfaatnya hanya dalam satu tahun anggaran dan tidak dapat menambah aset atau kekayaan bagi pemerintah. Anggaran modal/Investasi merupakan rencana jangka panjang dan pembelanjaan atas aktiva tetap seperti gedung, peralatan dll. Anggaran ini disebut dengan “anggaran pembangunan”. Belanja investasi atau modal adalah pengeluaran yang manfaatnya cenderung melebihi satu tahun anggaran dan akan menambah aset atau kekayaan pemerintah, selanjutnya dibutuhkah tambahan anggaran rutin untuk biaya operasional dan pemeliharaannya. Prinsip – prinsip anggaran sektor publik[3] sendiri meliputi : a)Otoritas oleh Legislatif, b)Komprehensif, c)Keutuhan Anggaran, d)Nondiscretionary Appropriation, e)Periodik, f)Akurat, g)Jelas dan h)Diketahui Publik.

Dalam anggaran sektor publik sendiri diperlukan apa yang namanya perencanaan. Karena perencanaan merupakan salah satu aspek dalam anggaran sektor publik selain aspek pengendalian dan aspek akuntabilitas publik. Dalam perencanaan terdapat model perencanaan dalam batas waktu tertentu, misalnya perencanaan jangka panjang atau perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka pendek misalnya perencanaan yang hanya diukur dalam kurun waktu 1 tahun, contohnya belanja rutin yang dilakukan oleh negara yaitu belanja administrasi umum. Perencanaan jangka panjang dapat diartikan sebagai perencanaan dalam jangka waktu 3 tahun, misalnya investasi yang dilakukan oleh negara, yaitu gedung dll. Model pertanggung jawabannya sendiri adalah diadakannya pusat – pusat pertanggungjawaban. Hal ini dilakukan agar ada pengendalian terhadap anggaran dana yang dibuat sehingga jika harus ada pertanggungjawaban kepada masyarakat maka akan ada kepercayaan tentang itu karena yang bekerja tidak hanya satu pihak saja mengenai anggaran yang diadakan.


[1] Mardiasmo. 1996. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta : CV Andi, hal 62

[2] Mardiasmo. 1996. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta : CV Andi, hal 63

[3] Mardiasmo. 1996. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta : CV Andi, hal 67

2 Balasan pada “Pengertian dan Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik”

Tinggalkan Balasan