Proposal Penelitian: Pengaruh Korean Movie Terhadap Perilaku Mahasiswa Universitas Jember

Written by Diah Ayu Intan Sari, dkk – Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember

A. PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Korea ( Korea Selatan) merupakan salah satu negara di Asia yang sekarang telah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat cepat. Kemajuan Negara Korea ini salah satunya adalah didukung oleh aspek kebudayaan Korea khususnya pada dunia hiburan seperti perfilman, musik, dan fashion. Kebudayaan yang telah diperlihatkan oleh Korea melalui dunia hiburan ini, kini telah banyak di ikuti oleh masyarakat dari berbagai negara tidak terkecuali Indonesia.

Indonesia adalah salah satu negara yang pada saat ini telah banyak menyukai, mengadopsi serta meniru kebudayaan Korea. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat Indonesia khususnya para remaja dan mahasiswa yang saat ini telah banyak meniru gaya hidup Korea mulai dari baju, gaya rambut, dan bahasa dari Korea. Banyaknya remaja yang saat ini membuat girlband dan boyband juga merupakan salah satu contoh dari demam Korea yang telah melanda Indonesia. Tidak hanya industri musik dan fashion Korea saja yang ditiru serta disukai oleh remaja dan mahasiswa, akan tetapi dunia industri perfilman pun juga diminati oleh remaja dan mahasiswa di Indonesia.

Hal ini juga terjadi pada mahasiswa Universitas Jember. Banyak mahasiswa Universitas Jember yang juga mengikuti, meniru dan menyukai film dan fashion Korea. Semua itu terlihat dari banyaknya mahasiswa Universitas Jember yang mengidolakan artis dan aktor Korea serta menceritakan film Korea yang telah dilihatnya itu kepada temannya di kampus maupun di tempat kost mereka, kemudian juga banyak mahasiswa yang melihat serta mendownload film-film Korea dari internet.

Semua hal tersebut diatas adalah contoh-contoh yang memperlihatkan bahwa mahasiswa Universitas Jember ini telah mengalami hal yang disebut dengan demam film dan fashion Korea. Kecintaan mahasiswa akan film-film Korea ini dapat mempengaruhi sikap dan perilaku mahasiswa Universitas Jember.

Perumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang yang telah dijelaskan oleh penulis, maka penulis akan merumuskan permasalahan yang akan diambil dalam penelitian ini. Adapun rumusan masalah yang akan diambil adalah sebagai berikut:

  1. Apa pengaruh Korean Movie terhadap perilaku mahasiswa Universitas Jember?
  2. Apa pengaruh Korean Movie terhadap gaya hidup mahasiswa Universitas jember?

Tujuan Penelitian

            Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui pengaruh Korean Movie terhadap perilaku mahasiswa Universitas Jember.
  2. Untuk mengetahui pengaruh Korean movie terhadap gaya hidup mahasiswa Universitas Jember.

Kegunaan Penelitian

Penelitian ini termasuk dalam penelitian murni, karena penelitian ini akan berguna bagi pengembangan Ilmu Hubungan Internasional terutama untuk melihat fenomena pengaruh Korean Movie terhadap perilaku manusia. Penelitian yang dilakukan penulis ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis, pembaca serta pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Batasan Penelitian

Mengingat begitu luasnya ruang lingkup dari penelitian mengenai pengaruh Korean Movie terhadap mahasiswa di universitas Jember, maka penulis membatasi permasalahan tersebut pada pengaruh Korean Movie terhadap perilaku dan gaya hidup mahasiswa di Universitas Jember.

 

B. TINJAUAN PUSTAKA

Perilaku Sosial

Penulis menggunakan pendapat Weber yang menyatakan bahwa perilaku merupakan suatu perbuatan yang memilik arti subjektif bagi pelaku dan perbuatan tersebut didorong oleh suatu tujuan serta didasari oleh suatu keinginan atau motivasi. Pelaku individual mengarahkan kelakuannya kepada penetapan-penetapan atau harapan-harapan tertentu yang berupa kebiasaan umum atau dituntut dengan tegas atau bahkan dibekukan dengan undang undang.Menurut Weber perilaku sosial terjadi apabila suatu perbuatan itu memiliki maksud subyektif dari tingkah laku yang membuat individu memikirkan dan menunjukan suatu keseragaman yang kurang lebih tetap. Weber membuat klasifikasi mengenai perilaku sosial atau tindakan sosial menjadi 4 yaitu :

  1. Kelakuan yang diarahkan secara rasional kepada tercapainya suatu tujuan. Dengan kata lain dapat dikatakan sebagai kesesuaian antara cara dan tujuan. Contohnya Bekerja Keras untuk mendapatkan nafkah yang cukup.
  2. Kelakuan yang berorientasi kepada nilai. Berkaitan dengan nilai – nilai dasar dalam masyarakat, nilai disini seperti keindahan, kemerdekaan, persaudaraan, dll. misalnya ketika kita melihat warga suatu negara yang berasal dari berbagai kalangan berbaur bersama tanpa membeda-bedakan.
  3. Kelakuan yang menerima orientasi dari perasaan atau emosi atau Afektif . contohnya seperti orang yang melampiaskan nafsu mereka.
  4. Kelakuan Tradisional bisa dikatakan sebagai tindakan  yang tidak memperhitungkan pertimbangan Rasional. Contohnya Berbagai macam upacara atau tradisi yang dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan leluhur.

Imitasi

Imitasi merupakan suatu tindakan meniru sikap, tingkah laku, atau penampilan orang lain. Tindakan ini pertama kali dilakukan manusia di dalam keluarga dengan meniru kebiasaan-kebiasaan anggota keluarga yang lain, terutama orang tuanya. Imitasi akan terus berkembang ke lingkungan yang lebih luas, yaitu masyarakat. Dewasa ini proses imitasi dalam masyarakat semakin cepat dengan berkembangnya media masa, seperti televisi dan radio. Dalam interaksi sosial, imitasi dapat bersifat positif, apabila mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku sehingga tercipta keselarasan dan keteraturan sosial.

Imitasi dalam sosiologi

Soerjono Soekanto  dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Sosiologi menyatakan bahwa imitasi merupakan suatu tindakan meniru orang lain. Imitasi dapat dilakukan dalam bermacam-macam bentuk seperti gaya bicara, tingkah laku, adat dan kebiasaan, pola piker, dan lain-lain. Namun, imitasi juga dapat berpengaruh negatif, apabila yang dicontoh itu adalah perilaku-perilaku menyimpang. Akibatnya berbagai penyimpangan sosial terjadi di masyarakat yang dapat melemahkan sendi-sendi kehidupan sosial budaya. Imitasi yang berlebihan dapat melemahkan bahkan mematikan daya kreativitas manusia.

Korean Movie

Dalam Ministry of Culture, Sports and Tourism (Republic of Korea . 2010) Drama dan film Korea menjadi penyebab mewabahnya virus Hallyu di berbagai belahan dunia. Perusahaan TV Korea mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi drama dan beberapa diantaranya yang mencetak kesuksesan, diekspor ke luar negeri. Drama televisi yang memicu Hallyu antara lain, Winter Sonata, Dae Jang Geum, Stairway to Heaven, Beautiful Days dan Hotelier.

Populernya drama Korea di stasiun televisi Indonesia terjadi setelah drama negara Asia lain seperti Taiwan dan Jepang diputar. Berbagai stasiun televisi Indonesia mulai menayangkan drama produksi Korsel setelah RCTI yang mempelopori pemutaran drama Endless Love (Autumn in My Heart). Sejak itulah remaja Indonesia mulai terjangkit demam Korean Movie. Penulis mengunakan pendapat Jodhi Yudono dalam bukunya yang berjudul Demam Korea Sudah Menginfeksi Indonesia (2011) menyatakan bahwa demam Korean Movie telah mendorong lahirnya sebuah fenomena fanatisme dimana para pesohor dari negeri ginseng tersebut menjadi kiblat dalam perilaku dan gaya hidup remaja dan generasi muda di Indonesia. Booming Korea benar-benar telah merubah gaya hidup dan jadwal kegiatan anak dan remaja sehari-hari di Indonesia.

C. PERUMUSAN HIPOTESA

Berdasarkan tinjauan pustaka atau kerangka pemikiran di atas, maka penulis merumuskan hipotesis yang akan diuji kebenarannya apakah hipotesis tersebut akan diterima atau ditolak oleh hasil penelitian, sebagai berikut:

H01: Ada pengaruh dari Korean Movie terhadap Perilaku Mahasiswa Universitas Jember.

H02: Ada pengaruh dari Korean Movie terhadap Fashoin atau Gaya mahasiswa Universitas Jember.

 

D. METODOLOGI PENELITIAN

Tipe Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan: survey.

Survey adalah pengumpulan informasi tentang sekelompok manusia, dimana suatu hubungan langsung dengan objek yang dipelajari individu, organisasi, masyarakat, dan sebagainya, seperti diadakan melalui cara yang sistematis seperti pengisian daftar pertanyaan, wawancara, dan lain sebagainya. Menurut Suparmoko (1999) menyatakan sample survey adalah cara bagaimana informasi dikumpulkan dari sebagian unsur populasi yang dipilih (sampel) untuk mewakili seluruh unsur populasi tersebut. Teknik sampling yang akan digunakan adalah Simple Random Sampling atau acak sederhana. Mereka sebagai unsur populasi diberikan kesempatan yang sama untuk dijadikan sample. Tipe penelitian ini menggunakan questioner tertutup sebagai alat pengumpul data yang akan dibagikan kepada respondents.

Teknik Pengumpulan Data

Survey digunakan dalam penelitian ini karena:

  1. Sample survey lebih cepat dan lebih murah. Hal ini karena hanya menggunakan sample dari populasi. Dan dengan demikian biaya pengumpulan informasinya akan lebih murah.
  2. Sample survey akan menghasilkan informasi yang lebih lengkap dan mencakup banyak hal meskipun hanya mengambil sample dari seluruh anggota populasi.
  3. Sample survey akan lebih teliti. Dengan demikian, kesalahan-kesalahan dalam pengumpulan dan pengolahan data juga relatif kecil dibanding cara sensus.

Sample survey digunakan sebagai data primer. Sedangkan wawancara berfungsi sebagai data sekunder. Hal ini bertujuan untuk memperoleh data pendukung yang konkret dan jelas bagi penelitian ini.

Data Penelitian

Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dari para mahasiswa Universitas Jember dengan melakukan survei. Mahasiswa sebagai respondent akan dipilih secara acak dari seluruh fakultas maupun bidang studi. Data sekunder diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya yang sejenis, literatur-literatur mengenai intensitas pengaruh budaya asing, koran, para akademisi terkait yang diperoleh melalui wawancara, dan lain-lain. Hal ini untuk menyempurnakan penelitian kami.

Objek Penelitian

Objek penelitian yang digunakan adalah para mahasiswa Universitas Jember. Mereka akan dipilih secara acak sebagai sample. Sample yang akan digunakan sebanyak 30 orang dan tidak ada batasan kriteria yang digunakan seperti umur, jenis kelamin, tahun angkatan, kondisi ekonomi, dan lain-lain. Lokasi penelitian diadakan di Universitas Jember, Jalan Kalimantan No. 37 Jember.

Variabel Penelitian

Penelitian berjudul Pengaruh Korean Movie Terhadap Perilaku Mahasiswa Universitas Jember dikategorikan sebagai jenis permasalahan korelasional khususnya kausalitas (bersifat sebab-akibat). Adapun variabelnya yaitu:

Variabel Independent: Korean Movie ( X )

Variabel Dependent: Perilaku Mahasiswa ( Y )

Hal ini menunjukkan hubungan sebab-akibat antara Korean Movie dan Mahasiswa. Korean Movie menentukan bagaimana perilaku mahasiswa.

 

E. RENCANA BIAYA PENELITIAN

No. Jenis Anggaran
1. Tugas Lapangan Rp. 200.000,-
2. Pengolahan Data Rp. 300.000,-
3. Penggandaan Rp. 500.000,-
4. Faculty Fee Rp. 800.000,-
TOTAL Rp. 1.800.000,-

F. JADWAL PENELITIAN

No. Jadwal Penelitian
  Jenis Kegiatan Waktu
1. Persiapan: – mempelajari literatur 1 minggu
–          menyusun daftar pertanyaan 1 hari
2. Pengumpulan Data Primer dan sekunder 2 hari
3. Pengolahan Data 1 hari
4. Diskusi dan Penyelesaian Hasil Laporan 2 hari
Total Waktu 16 Hari

G. Susunan Team

Penanggungjawab : Lembaga Penelitian Universitas Jember.

Ketua Team : Diah Ayu Intan Sari.

Anggota Team : Yusnan Hadi Mochtar; Ratna Indah Wulandari.

Konsultan : Sri Wahyuni.

 

 

I. DAFTAR PUSTAKA

Yudono, Jodhi., (2011),  Demam Korea Sudah Menginfeksi Indonesia.

Suparmoko, (1999), METODE PENELITIAN PRAKTIS (untuk ilmu-ilmu sosial, ekonomi dan bisnis), Yogyakarta: BPFE.

Daniel, Moehtar., (2005), METODE PENELITIAN SOSIAL EKONOMI dilengkapi beberapa alat analisa dan penuntun penggunaaan, Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Nazir, Moh., (2009), METODE PENELITIAN, Bogor: Ghalia Indonesia.

 

Satu Balasan pada “Proposal Penelitian: Pengaruh Korean Movie Terhadap Perilaku Mahasiswa Universitas Jember”

Tinggalkan Balasan